Sponsor

Website si kembar Dina Faisal & Dita Faisal

Curhat Ah! Operasi Gigi Geraham Belakang Ternyata Gak Sakit Kok


www.difaindonesia.com

Katanya sakit gigi itu bikin kita gak bisa ngapa-ngapain. Apa aja yang kita kerjain jadi serba salah dan pinginnya cemberut pingin marah. Kalau kamu pilih sakit gigi atau sakit hati? Kayaknya gak dua-duanya deh ya. Walaupun keduanya itu pasti pernah mampir di kehidupan nyata ataupun maya kita.

Nah, soal gigi yang sakit ada bermacam-macam tipe. Saya sih gak paham banget apa tipenya, soalnya saya presenter berita bukan dokter gigi. Umumnya berdasarkan pengalaman saya, sakit gigi biasanya timbul karena gigi berlubang, karang gigi yang banyak, gigi goyang, atau gigi geraham yang numbuhnya miring. Auuuh... sakitnya ampun dah. Bisa kambuhan datangya.

Semua dokter gigi akan bilang bahwa gigi geraham yang paling belakang akan tumbuh sesuka-sukanya dia. Ada yang tumbuh diusia dewasa, tapi ada juga sampai usia lanjut loh. Nah, tujuan saya disini nih khusus mau curhatin masalah gigi geraham bagian atas dan bagian bawah sisi kanan dan kiri yang tumbuh kesana kemari.  Totalnya ada 4 gigi. Dari keempat gigi geraham itu, tiga gigi tumbuh miring ke arah pipi keluar dari koridor gusi, dan satu gigi tertanam dalam gusi. Gak tau deh harus gimana lagi. Mau dibiarin sakitnya makin menjadi. Akhirnya, saya beranikan diri ke dokter gigi sendiri tanpa suami.

Ada baiknya kalau kamu sudah merasa aneh sama gigi kamu lebih baik langsung aja ke dokter gigi. Kalau saya tergolong rajin ke dokter gigi untuk bersihin karang gigi. Tapi urusan yang satu ini memang beda. Kalau ada keluhan sakit di seputaran gigi dan bikin gusi belakang bengkak, nah bisa jadi itu karena gigi geraham bagian paling belakang tumbuh. Bagi yang tumbuhnya sesuai dengan koridor gusi sih aman, tapi klo seperti saya nih yang gigi gerahamnya numbuh miring sampai nggesek pipi, hmmmh.... kebayang kan sakitnya gimana karena bisa bikin sariawan.

Bertahun-tahun saya cuekin karena merasa "Ah, bentar lagi juga hilang sakitnya," alhasil penyakit gigi dan gusi bengkak selalu datang hampir tiga bulanan. Saking udah gak tahan dengan cobaan ini, saya akhirnya memberanikan diri ke dokter gigi senior yang super ramah Drg. Novembriati dekat rumah keluarga di area Masjid Cidodol Jakarta Selatan. Rumah dokter Novembriati bagus banget deh. Kliniknya bersebelahan dengan rumahnya dan terlihat bersih banget. Harganya dijamin murah meriah apalagi sama tetangga.

Klinik Gigi Drg. Novembriati, Masjid Cidodol Jaksel 
Klinik Drg. Novembriati, Masjid Cidodol Jaksel
Suasana asri ternyata ampuh menghilangkan rasa nyeri di pipi ini. Baru aja mau duduk santai sambil curhat karena gigi geraham sakit, asisten Drg. Novembriati langsung menyarankan saya untuk memfoto gigi terlebih dahulu ke klinik rujukan di Pramita Lab Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Waktu bersantai di klinik Drg. Novembriati akhirnya terpaksa saya tunda. Huufh.

Surat pengantar foto panaromic 
Dari rujukan itu, saya pergilah ke Pramita Lab untuk foto panaromic yang bisa memperlihatkan kondisi rahang dan susunan gigi secara utuh. Dari foto panaromic itulah dokter gigi bisa melakukan tindakan berikutnya, seperti cabut gigi atau operasi kecil. Hasilnya foto panaromic selesai dalam waktu 15 menit. Dari situ saya kembali ke Drg. Novembriati, tapi sayangnya Drg. Novembriati menyarankan saya untuk langsung ke dokter spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Ladokgi TNI AL di Jalan Farmasi No.1, Benhil Jakarta Pusat. Berhubung Drg. Novembriati yang menyarankan ke sana, ya saya manut saja. Pokoknya percayakan sama ahlinya  kalau mau sukses, pesan ibu saya sejak kecil.

RSGM Ladokgi TNI AL R.E. Martadinata, Benhil Jakpus
Besoknya, saya mampir ke RSGM Ladokgi dengan harapan segera ditindak oleh dokter spesialis. Pelayanannya cepat, ruang tunggunya seperti lobi hotel, rasanya jadi betah lama-lama dalam antrean pasien.

Giliran nama saya dipanggil, saya berhadapan dengan dokter tua dan terlihat senior. Jadi makin tenang saya. Apalagi dokternya terlihat ramah dan gak banyak ngomong. Tipe bapak bijaksana gitulah. Namanya Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. yang berpraktik di RSGM Ladokgi.

Ruang tunggu RSGM Ladokgi, Jl. Farmasi No.1 
Dihadapan dokter yang tampak menenangkan itu, saya perlihatkan hasil foto panoramic. Sekitar satu menit kemudian Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. beserta dua asistennya yang cantik mengarahkan saya untuk tidur di kursi empuk pasien gigi. Klek! Sinar lampu menerangi dari atas. Saya membuka mulut selebar-lebarnya. "Aaaaa...." Saat itu dokter melihat sariawan di pipi saya akibat gesekan gigi yang berlawanan.

Benda panjang berbahan metal tahan karat (stainless) menyentuh gigi saya sambil dipukulkan 2-3 kali. "Sakit?" tanya dokter. Saya cuma menjawab dengan gelengan kepala yang berati tidak.

Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. memutuskan untuk mengambil tindakan di hari berikutnya, yaitu hari Jumat, karena jadwal Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. di RSGM Ladokgi hanya Selasa sore dan Jumat sore dari pukul 17.00 wib - 19.00 wib. Saya memang datang tepat jam 7 malam saat itu. Beruntung, masih diterima dokter walaupun ujung-ujungnya disuruh balik lagi sih. Alhamdulillah rezeki isteri yang InsyaAllah sholehah.

Jadwal Praktik Drg. Hari Sumitro, Sp. BM
Tibalah Jumat. Tapi sayang, saya lagi haid. Itu juga karena ditanya petugas loket pendaftaran. Ternyata perempuan haid tidak boleh cabut gigi karena bisa memperlambat penyembuhan gigi. Entahlah, apa hubungannya. Sekali lagi karena saya bukan dokter gigi, tapi saya presenter gigi. Eh, presenter berita maksudnya.

Selasa dan Jumat yang kesekian akhirnya terlewatkan begitu saja, terpotong cuti liburan ke Kedai Kopi Ambyar dan Naga Rimba di Pantai Serang Blitar. Alhasil saya balik lagi Jumat kesekiannya yang berkali-kali itu. Nyali mulai ciut, karena itu saya minta keponakan tersayang, Nyumbui untuk nemenin saya ke RSGM Ladokgi.

Jadwal Dinas Drg. Hari Sumitro, Sp. BM
Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. termasuk cepat nanganin pasiennya. Rata-rata pasien hanya ditangani 15 menit per orang. Operasi gigi geraham gak lebih dari 30 menit. Malam itu, nama saya terlewatkan karena saya mengutamakan sholat maghrib dulu di Masjid belakang ruang praktik. Hati jadi lega karena selesai sholat langsung berdoa pasrah sama Allah berharap lancar dan digugurkan dosanya lewat rasa sakit waktu operasi.

Ya, waktu operasi gigi geraham atas bawah pun tiba. Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. meminta saya membuka mulut dan menyemprotkan cairan ke atas dan bawah gigi geraham yang mau dioperasi. "Tarik napas, mau disuntikkan di bagian atas dulu." Cessss, seperti digigit semut. Cuma beberapa detik mulut berasa kebal dan gak ngerasain apa-apa sama sekali.

"Oke, nanti akan terasa bunyi krek dikit ya. Oke tahan..." Kroookkk, gigi geraham belakang atas berhasil dicabut. "Oke. Yang bawah, tahan sebentar ya." lagi-lagi, krrroookk... dan gigi geraham belakang bawah berhasil dicabut.

Saya melihat ada benang panjang berwarna hitam dimasukkan ke dalam gigi. Ternyata Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. menjahit gusi saya. Entah kenapa, mungkin memang begitu aturannya. Saya sih manut saja, kan pasrah tak berdaya. Lagian juga gak ngerasain apa-apa.

"Oke, kumur-kumur," dua buah kain kasa berbentuk dadu ditempelkan oleh asisten dokter untuk menutup darah yang masih keluar setelah operasi gigi. Dokter langsung meninggalkan kursinya dan langsung menuju tempat duduknya.

Di meja kerjanya itu, Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. menuliskan resep obat antibiotik, obat penghilang nyeri, serta bengkak. Dengan nada suaranya yang berwibawa tanpa banyak komentar, Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. menyarankan saya untuk membuka kapas pengganjal di mulut setelah 1 jam operasi, dan melanjutkannya dengan meminum es untuk mempercepat pembekuan darah di gusi. Dokter menyaranan untuk kembali satu minggu berikutnya untuk melihat apakah ada pembengkakan dan mencabut benang di gusi.

Satu jam berlalu begitu saja. Obat bius mulai hilang, bibir yang sempat terasa kebal mulai normal. Alhamdulillah, darah sedikit demi sedikit berkurang. Kasa sempat saya ganti dengan kapas kosmetik baru. Saya makan es batu seperti mengemut permen, karena segala macam es sudah saya minum. Saya minum es kelapa muda untuk mengurangi pendarahan gigi. Entah ini ilmu dari mana, seyakin saya air kelapa banyak khasiatnya. Jumlah es batu yang saya makan juga lumayan banyak. Untungnya sejak kecil es batu jadi andalan saya. Jadi, urusan ngemut es batu saya juaranya.

Alhamdulillah mata mulai mengantuk, rasa sakit tidak seberapa jika dibandingkan waktu tumbuhnya gigi geraham belakang dan saat drama menggesek pipi datang. Setelah hampir 10 orang saya tanyai soal oeprasi gigi, yang rata-rata jawabannya selalu sakit setelahnya sampai semingguan ternyata tidak terbukti. Alhamdulillah, ternyata tidak terbukti. Ternyata cabut gigi geraham itu gak sakit kok asalkan ketemu dokter gigi yang memang keren seperti Drg. Hari Sumitro, Sp. BM.

Loket pendaftaran dan loket kasir RSGM Ladokgi
Oh ya, biaya operasi untuk dua gigi geraham sekitar Rp5,5 juta. Alhamdulilllah dibayarin perusahaan walaupun harus sistem reimburst dulu karena RSGM Ladokgi gak bekerjasama dengan Admedika.

Jumat berkah tiba lagi. Saatnya kontrol gigi pasca operasi gigi geraham belakang. Terpaksa dua kali Jumat baru bisa kontrol, karena Jumat lalu ada demo mahasiswa di depan DPR karena nolak RUU KUHP dan minta presiden lahirkan Perppu atas revisi UU KPK. Alhamdulillah, dokternya gak marah loh, padahal dua minggu baru balik lagi.

"Oke, sudah bisa buka mulutnya lebar-lebar?" kata Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. yang diawab anggukan kepala oleh saya.

"Disemprot dulu. Dicabut benangnya." Gak sampai 10 menit semua selesai.
"Oke, selesai. Kumur-kumur," ucap Drg. Hari Sumitro, Sp. BM. sembari meninggalkan saya pasien imutnya ini.

"Nanti kumur-kumur pakai obat kumur di rumah ya pagi dan malam. Udah cukup gak usah pakai obat lagi."

"Terima kasih, Dok. Kapan saya operasi lagi untuk dua gigi geraham berikutnya, Dok?" tanya saya nagih minta dioperasi.

"Nanti setelah merasa sembuh betul balik lagi kemudian periksa lagi kondisi gigi," sambil melihat kembali foto panoramic yang saya tunjukkan.

"Oke. Terimakasih Dokter ya." Dan sayapun pulang dengan bahagia. Dan tak lupa, membayar di kasir kesayangan.

"Tiga ratus ribu Bu ya," kata petugas kasir berhijab yang berjaga di meja kasir RSGM Ladokgi.

Sambil tersenyum selebar-lebarnya, saya membuka dompet dan pembayaran diselesaikan oleh kartu bukan oleh saya. (DF)


Posting Komentar

0 Komentar